Selasa, 28 April 2026

KASUS "SUM KUNING" - Salah Satu dari Ribuan Sejarah Kelam Orde Baru

Inline image

Dia bernama SUMARIJEM alias SUM KUNING, yang mana kasusnya merupakan salah satu potret paling kelam di dalam sejarah hukum di Indonesia pada masa Orde Baru.

Kasus ini bukan sekadar tragedi pemerkosaan biasa, melainkan simbol dari ketidakadilan, dimana hukum tajam ke bawah namun tumpul ke atas.

Berikut adalah kronologi lengkapnya ;

(1) PERISTIWA PENCULIKAN DAN PEMERKOSAAN (SEPTEMBER 1970)

Tragedi ini menimpa Sumarijem, seorang gadis penjual telur yang berusia 18 tahun asal Godean, Yogyakarta.

Pada tanggal 21 September 1970 petang, saat ia sedang menunggu bus untuk pulang, tiba² sebuah mobil sedan mewah berhenti di dekatnya.

Lalu beberapa pemuda berambut gondrong langsung menyeretnya masuk ke dalam mobil.

Di dalam mobil yang melaju cepat, di sanalah Sumarijem kehilangan kehormatannya setelah dibius lalu diperkosa secara bergiliran oleh para pemuda tersebut.

Dan Setelah melampiaskan aksi bejatnya, lalu para pelaku membuang Sumarijem di pinggir jalan dalam kondisi yang sangat lemah.

Karena dia berkulit putih (kuning langsat), maka media kemudian menjulukinya sebagai "Sum Kuning".

(2) KORBAN MENJADI TERSANGKA

Bukannya mendapat perlindungan hukum, Sum Kuning justru mengalami intimidasi luar biasa dari oknum² kepolisian.

Alih-alih mengejar pelaku, para polisi justru menuduh Sumarijem telah membuat laporan palsu dan dituduh sebagai anggota GERWANI (Gerakan Wanita Indonesia), yaitu organisasi yang saat itu dilarang karena berafiliasi dengan PKI, tujuannya untuk menyudutkannya secara politik.

Ketika itu Sum Kuning dipaksa mengakui bahwa ceritanya hanyalah rekayasa. Bahkan, ia sempat ditahan dan diancam agar tidak menyebutkan keterlibatan "anak-anak pejabat".

(3) KETERLIBATAN "ANAK² PEJABAT" DAN PERHATIAN NASIONAL

Ketika itu masyarakat Yogyakarta dan media massa (terutama harian KAMI dan INDONESIA RAYA) mulai mencium adanya aroma konspirasi.

Sehingga muncul dugaan kuat bahwa para pelakunya adalah anak-anak dari para pejabat tinggi militer di Yogyakarta, dan salah satunya merupakan anak dari seorang Pahlawan Nasional.

Ibaratnya tidak ada asap kalau tidak ada apinya, sehingga tekanan publik begitu besar yang memaksa Kapolri saat itu, Jenderal HOEGENG IMAM SANTOSO untuk turun tangan secara langsung.

Jenderal Hoegeng yang dikenal sangat jujur lalu membentuk tim khusus bernama "TIM PEMERIKSA SUM KUNING" untuk mengusut tuntas kasus ini tanpa pandang bulu.

(4) INTERVENSI KEKUASAAN DAN PENCOPOTAN JENDERAL HOEGENG

Langkah berani pak Hoegeng itu ternyata membentur tembok kekuasaan yang lebih tinggi.

Ketika itu Presiden Soeharto memerintahkan agar kasus ini diambil alih agar ditangani langsung oleh Team Pemeriksa Pusat (KOPKAMTIB) yang merupakan Lembaga Keamanan Nasional pada saat itu.

Tak lama setelah Jenderal Hoegeng mulai serius mengusut keterlibatan anak-anak pejabat dalam kasus Sum Kuning, lalu beliau dipensiunkan dini dari jabatannya sebagai Kapolri pada bulan Oktober 1971.

Dalam kasus ini, banyak pihak yang meyakini bahwa pencopotan Hoegeng adalah cara rezim untuk menghentikan penyelidikan terhadap para pelaku yang sesungguhnya.

(5) "KAMBING HITAM" DI PENGADILAN SETELAH HOEGENG DISINGKIRKAN

Ketika itu skenario hukum mulai berubah, karena aparat kepolisian kemudian menangkap beberapa orang pemuda dari kalangan rakyat biasa (orang-orang kecil) lalu memaksanya untuk mengaku bahwa merekalah yang melakukan pemerkosaan terhadap Sum Kuning.

Di pengadilan, para "pelaku abal²" ini membuat pernyataan yang sangat mengejutkan para hadirin di persidangan, karena mengatakan bahwa ketika di sel tahanan mereka telah disiksa agar mau mengakui perbuatan yang tidak pernah mereka lakukan.

Jaksa menuntut hukuman berat bagi mereka, namun hakim yang menangani kasus ini, yaitu Hakim Ketua BUDHI RAKHMADI melihat banyaknya kejanggalan.

Maka dalam putusannya yang sangat berani, Hakim tersebut membebaskan para terdakwa karena tidak terbukti bersalah, dan menyatakan bahwa Sumarijem adalah korban yang jujur.

(6) AKHIR CERITA

Meskipun Hakim membebaskan para "kambing hitam" tersebut, namun para pelaku aslinya yang merupakan anak-anak pejabat itu tidak pernah tersentuh hukum hingga saat ini.

Sum Kuning sendiri kemudian berusaha menata hidupnya kembali, dan dia sempat bekerja di sebuah rumah sakit di Jakarta berkat bantuan Nyonya Roeslan Abdulgani.

Lalu dia menikah dengan seorang pria bernama MANTHOUS dan memilih menjauh dari sorot media demi ketenangan hidupnya.

(7) KESIMPULAN

Kasus Sum Kuning tetap diingat sebagai monumen kegagalan hukum di Indonesia pada masa lalu, dimana keadilan dikalahkan oleh kekuasaan dan nepotisme.

Kasus ini jugalah yang semakin mengukuhkan nama Jenderal Hoegeng sebagai polisi paling jujur di Indonesia karena keberaniannya membela rakyat kecil meski harus kehilangan jabatannya.

Foto inzet ;

Foto aslinya mbak Sum ini sedang berada di rumah sakit setelah kejadian tersebut, terlihat wajahnya yang innocent, dengan tatapan matanya yang polos, bahkan dia masih bisa tersenyum walaupun badai yang menerpanya sangat dahsyat.

_____________

INFO TENTANG MANTHOUS 

_____________

Meskipun namanya terdengar seperti nama orang asing (Barat), Manthous sebenarnya adalah orang Indonesia asli. 

Ia bukan warga biasa, melainkan seorang tokoh besar dan legendaris dalam dunia musik tradisional Indonesia.

​Berikut adalah profil singkat Manthous ;

(​1) PELOPOR CAMPURSARI 

Manthous adalah seorang Public Figure (Musisi/Maestro), terlahir dengan nama ANTO SUGIARTONO di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Beliau adalah sosok yang menciptakan dan mempopulerkan aliran musik Campursari. 

Ia adalah orang yang pertama kali berinovasi dalam menggabungkan instrumen gamelan Jawa (seperti kendang dan saron) dengan alat musik modern (seperti keyboard, gitar listrik, dan bass).

(​2) MUSISI JENIUS 

​Sebelum terkenal dengan genre Campursari, Manthous adalah musisi yang sangat berbakat. Ia merantau ke Jakarta pada usia muda dan sempat menjadi pemain bas untuk grup-grup besar, termasuk mengiringi penyanyi legendaris seperti BENYAMIN SUEB dan BING SELAMET.

(​3) HUBUNGAN DENGAN SUM KUNING 

​Manthous menikah dengan Sumarijem (Sum Kuning) setelah tragedi yang menimpa Sumarijem sudah mereda. 

Bagi Sum Kuning, Manthous adalah sosok pelindung yang menerima dan mencintainya apa adanya, tanpa mempedulikan masa lalu pahit yang pernah ia alami. 

Dan mereka membangun hidup yang tenang di Semarang dan memiliki anak.

(​4) WARISAN KARYA-KARYANYA

​Beberapa lagu ciptaannya yang sangat meledak dan masih sering didengar hingga sekarang antara lain ;

- ​NYIDAM SARI 

- ​GETUK

- ​YEN ING TAWANG ONO LINTANG.

Namanya yang terdengar kebarat-baratan itu merupakan nama panggung yang ia gunakan sejak berkarier di Jakarta. 

Di mata publik, ia dikenang sebagai "Bapak Campursari", namun di sisi kemanusiaan, ia sangat dihormati karena menjadi pria yang berdiri tegak mendampingi Sum Kuning hingga akhir hayatnya (Manthous wafat pada tahun 2012).

​BERAPA ANAK MEREKA ?

​Manthous dan Sum Kuning memiliki 3 orang anak.

Setelah menikah, mereka memilih untuk menjauh dari sorot media guna memulihkan trauma dan memberikan kehidupan yang tenang bagi anak-anak mereka. 

Sumarijem bahkan sempat mengganti namanya untuk memutus label "Sum Kuning" yang melekat di masyarakat agar anak-anaknya tidak menanggung beban sejarah kelam tersebut di masa depan.

​APAKAH SUM KUNING MASIH HIDUP ?

​Ya, Sum Kuning (Sumarijem) masih hidup.

Dia lahir sekitar tahun 1952, dan saat ini beliau diperkirakan berusia 73-74 tahun. 

Setelah suaminya (Manthous) wafat pada tahun 2012, lalu beliau menjalani masa tuanya dengan tenang dan sangat tertutup dari publik. 

Beliau jarang sekali muncul di media karena memang sejak lama ingin menjalani kehidupan sebagai warga biasa tanpa terus-menerus diingatkan pada tragedi tahun 1970 tersebut.

​Kisah "Manthous~Sum Kuning" sering dianggap sebagai salah satu bukti kekuatan cinta yang tulus.

Karena disaat hukum dan negara gagal memberikan keadilan bagi Sumarijem, justru Manthous datang sebagai sosok yang tidak hanya memberikan cinta, tetapi juga martabat dan perlindungan hingga akhir hayatnya

SUMARIJEM atau SUM KUNING mengubah namanya menjadi SUMARYANI.

​Keputusan untuk berganti nama ini diambil dengan alasan yang sangat personal dan menyentuh, yaitu ;

​MENGHAPUS STIGMA 

Ia ingin membuang julukan "Sum Kuning" yang diberikan media, karena nama tersebut selalu mengingatkan publik (terhadap dirinya sendiri) pada tragedi pemerkosaan yang dialaminya.

​MELINDUNGI ANAK-ANAK 

Ia tidak ingin anak-anaknya kelak menanggung beban sosial atau merasa malu karena sejarah kelam yang pernah menimpa ibunya. Dengan nama baru, ia berharap bisa hidup sebagai warga biasa yang tidak dikenal sebagai "korban".

​MEMULAI LEMBARAN BARU 

Bersama Manthous, nama Sumaryani menjadi simbol kebangkitan dan martabat barunya sebagai seorang istri dan ibu. 

Langkah ini terbukti berhasil, karena selama puluhan tahun, ia berhasil hidup tenang di Semarang tanpa gangguan dari pihak-pihak yang ingin mengungkit masa lalunya.

Sehingga pada akhirnya identitas sebagai istri sang Maestro Campursari perlahan mulai diketahui publik kembali setelah anak-anaknya tumbuh dewasa.
Uploaded Image

Sabtu, 14 Februari 2026

Tim Kejaksaan Tinggi Jatim Turun ke Kota Blitar, Ada Apa?

Tim Kejaksaan Tinggi Jatim Turun ke Kota Blitar, Ada Apa?


Tim Kejaksaan Tinggi Jatim Turun ke Kota Blitar, Ada Apa?


Kejati Jatim Selidiki Dugaan Mark-Up Aset Tanah dalam Akuisisi Anak Usaha  BUMN - SUARA INDONESIA


Ada informasi bahwa pada Selasa, (10/2/2026) tim Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, telah turun ke kota Blitar, untuk melakukan kegiatan klarifikasi kepada sejumlah pihak di kantor dinas pendidikan kota Blitar

Pada Rabu (11/2/2026) sore, ada info bahwa kepala Kejaksaan Negeri kota Blitar dan sejumlah orang yang dikenal sebagai tim dari Walkota Blitar dibawa ke Kejaksaan Tinggi.

Sampai Kamis (12/2/2026) belum ada info sama sekali sebenarnya apa yang sedang terjadi, karena ketika para wartawan menanyakan kepada para pegawai di kejaksaan negeri kota Blitar, sama sekali belum ada jawaban dan disarankan untuk menunggu info lebih lanjut saja.

Demkian juga ketika menghubungi Kasi Penerangan Hukum Kejati Jatim bapak Windu melalui ponselnya 082118777878 juga belum mendapat respon



Jumat, 12 September 2025

PPA dan Relawan Beta Gibran Jakarta Dukung Polri Tindak Tegas Aksi Anarkis

PPA dan Relawan Beta Gibran Jakarta Dukung Polri Tindak Tegas Aksi Anarkis


Perkumpulan Pemuda Ambon (PPA) di Jakarta mendukung tindakan tegas Polisi pada aksi demo anarkis yang memprotes meninggalnya sopir ojek online yang menghalangi mobil taktis polisi saat akan mengatasi aksi massa di gedung DPR.

"Kami sangat mendukung tindakan tegas Polisi pada aksi demo tersebut" kata Sujahri Somar, ketua PPA Jakarta, Jumat (5/9/2025), di markas PPA Jakarta sekaligus kantor Beta Gibran, Wisma Trisakti, jalan Johar Baru II/13 Jakarta Pusat.

Pria yang juga merupakan Ketua organisasi Relawan Beta Gibran Jakarta ini juga menyoroti pembelokan isu terjadinya insiden tersebut.

"Itu sebenarnya adalah kecelakaan yang tidak sengaja, dimana mobil taktis barracuda Polri sedang sibuk menangani demonstrasi, kemudisn tiba-tiba ada orang ltanpa melihat kiri-kanan lalu tiba-tiba melintas lewat didepan kendaraan yang melaju dengan cukup cepat, maka terjadilah kecelakaan itu" kata alumnus Universitas Negeri Ambon tersebut.

Senada dengan Sujahri, Sekjen Beta Gibran Jakarta, Amir Mahfud menyatakan agar masyarakat bersikap kritis terhadap fenomena yang terjadi. Sehingga tidak terhasut oleh isu yang tidak benar.

"Peristiwa itu adalah kecelakaan biasa,dan dengan difasilitasi oleh organisasi Beta Gibran, para dirver ojol sudah saling memaafkan, jadi janganj sampai masalah ini diperkeruh lagi" tegas Amir.

Oleh karenanya, organisasi Relawan Beta Gibran Jakarta, menjadikan markasnya, yaitu Wisma Trisakti sebagai posko untuk penanganan masalah tersebut. Hotline 082238557789 (Sujahri) dan 081515857012 (Amir)

Sebagaimana diketahui, sebelumnya para dreiver ojol melakukan aksi damai dengan cara membagikan ribuan tangkai bunga mawar kepada polisi di sekitar Monas pada Kamis (28/8/2025).

Pada kesempatan itu para driver ojol melakukan aksi saling memafkan dengan para anggota Polisi yang bertugas di kawasan tersebut

Jumat, 05 September 2025

Deni JA: Belajar Dari Kasus Nadiem Makarim

Inline image

Berdasarkan asas praduga tak bersalah, kita belum bisa menyatakan Nadiem pasti melakukan tindak pidana korupsi. Namun, status tersangka korupsi yang kini menimpanya cukup menghentak publik.

-000-

Bayangkan pagi yang cerah di Jakarta, di lantai dasar Gedung Kejaksaan Agung. Seorang tokoh modern melangkah tenang di tengah sorotan kamera dan suasana yang tegang: Nadiem Anwar Makarim.

Ia sosok yang kerap disebut jembatan antara semangat startup dan dunia pemerintahan.

Namun pagi itu bukan tentang capaian digital, melainkan tentang penetapan tersangka korupsi. Ia dituduh bermain dalam proyek pengadaan Chromebook senilai hampir Rp 1,98 triliun.

Sorot lampu itu menimpa bukan hanya seorang pria berjas rapi, tapi juga simbol harapan generasi baru yang tiba-tiba terguncang.

-000-

Kejaksaan Agung menetapkan Nadiem sebagai tersangka terkait pengadaan Chromebook saat menjabat Menteri Pendidikan (2019–2024).

Ia dituduh:

• menyalahgunakan kewenangan dengan mengatur spesifikasi teknis yang hanya cocok untuk Chromebook, setelah enam kali bertemu perwakilan Google Indonesia.

• tetap memberikan proyek meski uji coba sebelumnya gagal, mengabaikan kesiapan internet di daerah tertinggal.

• menimbulkan potensi kerugian negara hampir Rp 1,98 triliun dari total program sekitar Rp 9,5 triliun.

Untuk penyidikan, ia ditahan 20 hari di Rutan Salemba sejak 4 September 2025.

-000-

Nadiem dikenal sebagai anak muda visioner pendiri Gojek pada 2010. Dari ojek panggilan telepon, lahir super app decacorn pertama Indonesia.

Gojek mengubah gaya hidup jutaan orang: transportasi, makanan, pembayaran, hingga logistik.

Karier politiknya pun menanjak cepat. Pada 2019, ia dipercaya memimpin Kementerian Pendidikan.

Proyek Chromebook awalnya terlihat sebagai puncak ambisi digitalisasi pendidikan—cita-cita mulia di atas kertas. Kini, ia menjadi sorotan penuh tanda tanya.

Proyek ini tak hanya menelan korban di Indonesia, tapi juga di negara lain.

Proyek Chromebook muncul di tengah dorongan digitalisasi pendidikan selama pandemi. Banyak negara meningkatkan investasi teknologi pendidikan.

Pada tahun 2024, ChromeOS menguasai sekitar 58% pangsa pasar perangkat pendidikan global, dengan dominasi terbesar di Amerika Serikat.

Di India, Google dijatuhi denda antitrust sebesar $113 juta pada 2022 karena praktik monopolistik ekosistem Android dan Play Store.

Ini memang bukan langsung terkait kebijakan pengadaan Chromebook pendidikan.

Fenomena ini memperlihatkan risiko ketergantungan pada teknologi raksasa global saat kebijakan belum diimbangi regulasi persaingan yang kokoh.

-000-

Kisah Nadiem mengingatkan kita pada pola klasik: inovator yang masuk ke gelanggang politik, membawa harapan, lalu terjerembab oleh birokrasi dan kepentingan.

Mengapa ini sering terjadi?

1. Benturan Inovasi dan Birokrasi

Inovator terbiasa cepat, adaptif, dan berbasis data. Birokrasi justru lamban, prosedural, dan penuh aturan.

Ketika keduanya bertemu, gesekan tak terhindarkan, mudah dipolitisasi.

2. Godaan Korporasi Global

Bermitra dengan raksasa dunia memberi aura modernisasi.

Namun tanpa pengawasan, batas antara kolaborasi untuk bangsa dan kolusi demi keuntungan pribadi sangat tipis.

3. Ekspektasi Publik yang Melambung

Rakyat berharap inovator menjadi penyelamat: bersih, teknokratik, moralis.

Saat figur itu jatuh, yang runtuh bukan hanya citra pribadi, tapi juga kepercayaan kolektif.

-000-

Mengingat Nadiem, kita teringat kisah Eike Batista—dulu disebut "Elon Musk of Brazil".

Ia pernah dielu-elukan sebagai ikon modernisasi. Kekayaannya menembus miliaran dolar, proyeknya menjanjikan Brasil baru.

Namun ambisi membawanya masuk ke lingkar politik, membiayai proyek negara, berjejaring dengan pejabat.

Jalan itu membuka ruang gelap: suap, kolusi, janji palsu.

Ia akhirnya divonis korupsi, kerajaannya runtuh, dan hidupnya berakhir di penjara. Dari singgasana Forbes, ia jatuh ke sel sempit.

Kisah Eike adalah pelajaran keras: energi dan mimpi besar tanpa integritas justru menjadi bumerang.

-000-

Kasus Nadiem—meski belum terbukti—sudah cukup mengguncang. Ia mengajarkan satu hal: inovasi tanpa integritas sistemik adalah pedang bermata dua.

Korupsi bukan sekadar kelemahan moral individu. Ia lahir dari insentif dan celah institusional.

Selama struktur memberi peluang, praktik itu akan berulang meski pejabat berganti.

Di sinilah gagasan Susan Rose-Ackerman relevan: solusi bukan hanya menghukum individu, tapi memperbaiki aturan main.

Transparansi, checks and balances, insentif birokrasi, serta peran masyarakat sipil adalah fondasi utama.

Fukuyama menambahkan: tata kelola modern membutuhkan tiga pilar serentak—negara kuat, supremasi hukum, dan akuntabilitas demokratis.

Tanpa keseimbangan itu, inovasi akan mudah tergelincir menjadi tragedi.

-000-

Apa jalan keluarnya?

Kita butuh arsitektur kelembagaan baru:

• Transparansi digital dalam setiap pengadaan.

• Partisipasi publik berbasis open data.

• Audit independen berlapis.

• Pencegahan konflik kepentingan antara pejabat dan mitra korporasi.

Belajar dari Estonia, dengan e-governance terbaik dunia, blockchain dipakai untuk pengadaan barang pemerintah.

Setiap tahap tercatat permanen, publik bisa mengakses, dan smart contract mencegah manipulasi.

Bayangkan bila sistem ini diterapkan di Indonesia, dipadu AI untuk audit real-time.

Korupsi akan jauh lebih berisiko daripada menguntungkan.

Namun, reformasi digital bukan sekadar soal teknologi, melainkan kesiapan ekosistem politik dan sosial.

Indonesia butuh infrastruktur internet merata, komitmen politik lintas rezim, perlindungan whistleblower, serta kesediaan birokrasi untuk diaudit publik.

Tanpa prasyarat ini, blockchain atau AI audit hanya menjadi jargon teknokratis tanpa daya ubah nyata.

-000-

Mari kita renungkan: dunia tidak butuh pahlawan instan. Ia butuh sistem yang kokoh.

Setiap pelajar, guru, pelaku ekonomi digital, maupun pemimpin bangsa, ikut berbagi tanggung jawab. Agar inovasi tetap berpijak pada integritas, bukan sekadar ambisi.

Sejarah tidak hanya mencatat siapa yang naik setinggi langit. Ia juga mengingat siapa yang tetap tegak menjaga kejujuran ketika badai kuasa menghantam.**

Jakarta, 5 September 2025

Referensi

1. Rose-Ackerman, Susan. Corruption and Government: Causes, Consequences, and Reform. Cambridge University Press, 1999.

2. Fukuyama, Francis. Political Order and Political Decay: From the Industrial Revolution to the Globalization of Democracy. Farrar, Straus and Giroux, 2014.


Kamis, 14 Agustus 2025

Dana Bos di Kabupaten Blitar Diduga Dipakai Sekolah Untuk Belanja Buku Ilegal Dengan Harga Diatas HET

Dana Bos di Kabupaten Blitar Diduga Dipakai Sekolah Untuk Belanja Buku Ilegal Dengan Harga Diatas HET

Alokasi Dana BOS 2025 dengan ketentuan dari Kemendikdasmen untuk penyediaan buku dengan ketentuan minimal 10% dari keseluruhan dana yang diterima sekolah  SD dan SMP di Kabupaten Blitar diduga dibelanjakan untuk membeli buku yang tidak lulus penilaian atau tidak mempunya SK kelayakan Kementerian Pendidikan sebagaimana peraturan yang ditetapkan pada dana BOS

Hal ini dikatakan oleh ketua FPB - Forum Pendidikan Balitar, Zainul Ichwan pada Kamis (14/8/2025)

Berdasarkan penelusuran yang dilakukan FPB dibeberapa sekolah, misalnya di  SMPN selopuro, SMPN 1 Binangun,  SMPN 1 kesamben, buku-buku illegal tersebut mulai berdatangan disekolah dan bahkan diperolah keterangan dari sana bahwa hamprr semua sekolah di Blitar belanja buku semacam itu, dengan alas an bahwa itukeputusan sekolah dan sudah atas sepengetahuan Dinas pendidikan Kabupaten Blitar

" Padahal berdasar aturan JUKNIS atau peraturan menteri pendidikan,  buku PendidikanTeks dan Nonteks yang dibeli dari dana BOS /BOP bahwa Buku telah lulus penilaian dan telah ditetapkan kelayakannya oleh kementerian dan Harga EceranTertinggi (HET) telah ditetapkan oleh SK kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP)", kata Zainul. 

Untuk itu FPB menghimbau kepala sekolah SD dan SMP di kabupaten Blitar untuk membelanjakan dana yang diperoleh dari uang Negara atau pemerintah sesuai peraturan yang berlaku dan menghindari pembelian buku illegal karena terdorong untuk mencari keuntungan.

"Kita juga akan mengecek info ini lebih lanjut dan bertanya para pejabat Dinas Pendidikan kabupaten Blitar, apakah pembelian buku ilehal ini atas perintah atau atas sepengetahuan para pejabat dinas pendidikan", pungkasnya


Selasa, 12 Agustus 2025

Surat Pembelaan Untuk Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur

Surat Pembelaan Untuk Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur


Nemu surat seperti ini di WA Grup

Kepada Yth
1.Gubernur Jawa Timur
2.Instansi Terkait

Dengan Hormat,

Terkait adanya info dugaan perselingkuhan Kepala Dinas pendidikan Jatim bapak Aris dengan seorang wanita istri perwira TNI AL, kami memberikan masukan sebagai berikut:

1.Sudah benar apa yang dilakukan bapak Aris yang menjebak pelaku pemerasan yang mengancam akan terus membuka kasus tersebut, dan pelaku sudah ditangkap pihak polisi.

2.Sudah benar apa yang dilakukan oleh ibu Gubernur yang tidak menanggapi permintaan audiensi dari perwira TNI AL suami dari wanita yang dikabarkan berselingkuh dengan bapak Aris. Karena hubungan pak Aris dengan wanita tersebut adalah hubungan biasa saja antara pria dan wanita. 

Kenapa hubungan biasa saja? Karena wajar jika wanita kurang mendapat perhatian dan nafkah, akan mencari pria yang dapat memenuhi kebutuhannya. Ini yang salah adalah perwira TNI AL itu sendiri.

Apalagi info dari bapak Aris bahwa sebenarnya perwira TNI AL tersebut sudah mendapatkan banyak uang dari bapak Aris sebagai biaya ganti rugi.
mungkin karena serakah, maka perwira TNI AL tersebut terus memeras bapak Aris, selain langsung juga diduga memakai pihak LSM untuk memeras bapak Aris

Untuk itu kami meminta agar polisi dalam hal ini Polda jatim mengungkap tuntas siapa  dalang dan yang menyuruh mahasiswa yang mengaku LSM yang melakukan pemerasan yang sudah ditangkap polisi tersebut.
Kami yakin dalangnya adalah perwira TNI AL tersebut.

3.Untuk itu diharap pimpinan TNI menindak tegas perwira TNI AL yang telah melakukan tindakan yang mencoreng nama baik TNI tersebut.

Hormat Kami
LPKI – lembaga Pembela Kebenaran Indonesia

A Matus

Sabtu, 09 Agustus 2025

Surat Pembelaan Untuk Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timut

Surat Pembelaan Untuk Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timut

Inline image

Nemu surat seperti ini di WA Grup

Kepada Yth
1.Gubernur Jawa Timur
2.Instansi Terkait

Dengan Hormat,

Terkait adanya info dugaan perselingkuhan Kepala Dinas pendidikan Jatim bapak Aris dengan seorang wanita istri perwira TNI AL, kami memberikan masukan sebagai berikut:

1.Sudah benar apa yang dilakukan bapak Aris yang menjebak pelaku pemerasan yang mengancam akan terus membuka kasus tersebut, dan pelaku sudah ditangkap pihak polisi.

2.Sudah benar apa yang dilakukan oleh ibu Gubernur yang tidak menanggapi permintaan audiensi dari perwira TNI AL suami dari wanita yang dikabarkan berselingkuh dengan bapak Aris. Karena hubungan pak Aris dengan wanita tersebut adalah hubungan biasa saja antara pria dan wanita. 

Kenapa hubungan biasa saja? Karena wajar jika wanita kurang mendapat perhatian dan nafkah, akan mencari pria yang dapat memenuhi kebutuhannya. Ini yang salah adalah perwira TNI AL itu sendiri.

Apalagi info dari bapak Aris bahwa sebenarnya perwira TNI AL tersebut sudah mendapatkan banyak uang dari bapak Aris sebagai biaya ganti rugi.
mungkin karena serakah, maka perwira TNI AL tersebut terus memeras bapak Aris, selain langsung juga diduga memakai pihak LSM untuk memeras bapak Aris

Untuk itu kami meminta agar polisi dalam hal ini Polda jatim mengungkap tuntas siapa  dalang dan yang menyuruh mahasiswa yang mengaku LSM yang melakukan pemerasan yang sudah ditangkap polisi tersebut.
Kami yakin dalangnya adalah perwira TNI AL tersebut.

3.Untuk itu diharap pimpinan TNI menindak tegas perwira TNI AL yang telah melakukan tindakan yang mencoreng nama baik TNI tersebut.

Hormat Kami
LPKI – lembaga Pembela Kebenaran Indonesia

A Matus
Ketua
Office: 0818399569 (WA Only)